Perbedaan Buku Harian dan Jurnal

Perbedaan Buku Harian dan Jurnal

Menulis adalah kegiatan yang punya banyak manfaat bagi otak. Salah satu kegiatan menulis yang pernah banyak manusia kerjakan sewaktu kecil adalah menulis buku harian. Tapi semakin beranjak besar, ada lagi bentuk kegiatan menulis lainnya yaitu menulis jurnal. Dan beberapa orang beranggapan bahwa buku harian atau diary dan jurnal itu punya pengertian dan fungsi yang sama. Benarkah?

Buku harian dan jurnal memang sama-sama digunakan untuk menyimpan catatan pribadi. Namun keduanya punya perbedaan dalam tingkatannya. Seperti, buku harian cenderung digunakan untuk mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sedangkan jurnal merupakan buku yang berguna sebagai media untuk menyimpan eksplorasi ide-ide yang sebelumnya sudah terbentuk. 

Berdasarkan contoh pernyataan di atas, hal ini membuktikan bahwa buku harian dan jurnal itu gak sepenuhnya sama. Lalu apa sebenarnya perbedaan buku harian dan jurnal? Yuk kita bahas

Buku Harian

Kedua kata ini – buku harian dan jurnal – seringkali digunakan secara bergantian. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Buku harian biasanya disusun secara kronologis dan cenderung digunakan untuk merekam perasaan, suasana hati, dan emosi yang terjadi pada hari-hari tertentu secara berurutan. Karena sumber informasi dalam buku harian didasarkan pada pengalaman pribadi diri sendiri, maka isinya adalah tentang hal yang telah terjadi.

Perbedaan Buku Harian dan Jurnal
unsplash.com/@all_who_wander

Misalnya, saat merasa sedih kita akan menuliskan apa-apa saja di hari itu yang membuat kita menjadi sedih. Atau saat terjadi sesuatu hal yang menggembirakan. Kita juga pasti akan menjelaskan kronologi dari pengalaman menyenangkan yang terjadi di hari itu. Sehingga lembaran-lembaran cerita itu bisa menjadi sumber bagi kita untuk mengetahui emosi yang terjadi di suatu aktivitas tertentu. 

Contoh isi buku harian: “Cuaca di hari ini begitu panas. Caramel frappe yang baru saja aku beli mendadak berkeringat hebat karena teriknya matahari.

Jurnal

Sebuah jurnal, di sisi lain, tidak selalu dibatasi oleh tanggal pada kalender. Umumnya catatan yang ditulis mencakup beberapa aspek spesifik yang menurut penulis harus ditulis. Isi dalam jurnal dapat berupa pemikiran acak, daftar, ide, gambar, coretan, kenangan, lirik lagu, dan hal lain yang terlintas dalam pikiran. Hal ini berarti jurnal berisikan pembahasan yang lebih detail dibandingkan dengan buku harian. Jika memuat pengalaman, pembahasannya pun akan lebih kompleks dan terperinci. 

Perbedaan Buku Harian dan Jurnal
unsplash.com/@thoughtcatalog

Menulis jurnal berarti menuangkan buah pikiran ke dalam bentuk kata-kata. Hasilnya pun akan berupa laporan progresif tentang konten apa pun. Ada banyak jenis jurnal yang biasa dibuat, seperti jurnal akademik, jurnal harian, jurnal publik, dan jurnal bisnis. 

Contoh isi jurnal: 

– turn a memory into a story

– record your dream

– make a list

– draw doodle

– paste pictures

– record song lyrics or quotes

Untuk lebih membuat kita semua paham, tabel berikut ini bisa membantu

Topik atau TemaApa yang Kamu Masukkan ke dalam Buku HarianApa yang Kamu Masukkan ke dalam Jurnal
Makanan dan masakanCatatan makanan yang dimakan hari ini dan bagaimana perasaan saat memakannyaCatatan resep yang akan kamu coba
Fashion dan GayaBagaimana penampilanmu hari iniKliping majalah dan gambar tas desainer yang menginspirasi gayamu
Pekerjaan dan karirTugas apa saja yang sudah berhasil diselesaikan di tempat kerjaGambaran besar tujuan karir, to do list
Kebugaran dan olahragaCatatan aktivitas fisik hari iniTips melakukan pose yoga tertentu
Perbedaan isi buku harian dan jurnal

Manfaat Menulis Buku Harian dan Jurnal

Biasanya, menulis buku harian atau jurnal dianggap berguna sebagai wadah penampung keluh kesah semata. Padahal manfaatnya sangat lebih dari sekedar itu lho! Dua hal ini gak hanya bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat melatih emosi, ingatan, dan beberapa hal menakjubkan lainnya

1. Meredakan Stress

Saat dilanda masalah yang bikin cemas dan stress, cobalah untuk menuangkannya ke dalam tulisan lewat menulis buku harian. Melalui kegiatan menulis, pikiran akan menjadi lebih rileks dan mengurangi beban pikiran yang mengganjal di hati. Suasana hati pun akan merasa lebih baik.

Menuangkan perasaan ke dalam tulisan berfungsi memperbaiki kondisi mental bagi orang yang memiliki gangguan mental, seperti depresi, bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, hingga skizofrenia.

2. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Rasa cemas dan gelisah seringkali menjadi faktor utama yang dapat membuat tidur seseorang terganggu. Jika kamu sedang dalam masalah ini, kamu bisa mengatasinya dengan meluapkan kegelisahan tersebut pada buku harian. Efeknya rasa gelisah menjadi berkurang dan tidur pun jadi lebih nyenyak. 

Fokuskan pikiranmu pada hal-hal positif yang kamu rasakan, seperti tentang apa yang kamu syukuri dalam hidup misalnya. Menurut penelitian, menuliskan hal-hal positif yang ada pada dirimu dapat membuat perasaan menjadi lebih tenang dan damai. Tubuh terasa lebih rileks. Tidur pun akan jauh lebih berkualitas.

3. Mengenal Diri Sendiri

Kamu sering merasa kalau hidupmu berjalan gitu-gitu aja? Gak bersemangat dalam menjalani aktivitas tapi bingung harus apa? Ini mungkin aja terjadi karena kamu belum benar-benar mengenal dirimu sepenuhnya. 

Untuk itu, cobalah menulis di buku harian tentang apa-apa saja yang kamu sukai, hal apa yang bisa kamu syukur, dan angan atau cita-cita apa yang ingin kamu capai. Dengan rutin menulis, kamu akan lebih mengenal dirimu dan lebih yakin dalam menentukan tujuan apa yang ingin kamu capai dalam hidup.

4. Meningkatkan Produktivitas

Menulis jurnal dipercaya mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan diri. Kamu bisa coba menuliskan skala prioritas dalam hidupmu dan mengurutkannya mulai dari yang terpenting. Apa-apa saja yang kamu pikir butuh diselesaikan dengan cepat, serta yang bisa ditunda. 

Tujuan dari menulis ini adalah agar kamu bisa fokus dan lebih terarah dalam mengembangkan diri. Jika sudah ditulis, jangan lupa untuk dibaca dan diwujudkan ya.

5. Meningkatkan Kreativitas

Nyatanya gak cuma otot aja yang mesti dilatih biar jadi kuat, kreativitas pun juga perlu lho. Daya ingat dan pikiran kreatif akan semakin berkembang baik apabila rajin diasah. Salah satu caranya bisa dengan menulis. 

Menulis dapat melatih otak untuk bisa memikirkan dan membayangkan segala hal secara baik. Gak hanya itu, kita pun bisa jadi lebih kritis dan detail terhadap sesuatu. Menurut sebuah penelitian, menulis memberikan kita kebebasan untuk berekspresi dan dengan melakukan tulis tangan, seseorang dapat berkreasi dengan bentuk-bentuk huruf yang digunakan, lebih dari sekedar garis lurus. Imajinasi pun jadi lebih aktif.

Itu dia perbedaan menulis buku harian dan jurnal. Walaupun berbeda, manfaatnya bisa sama-sama melatih otak dan tubuh pun jadi lebih sehat. Yuk rajin menulis!

Leave A Comment

%d blogger menyukai ini: