Lebih Produktif Saat Sendirian, Kenapa Ya?

“Main HP aja terooss, gini-gini aja ya kerjaan kamu di rumah? Bantuin kek, ngapain kek” Sepertinya hampir semua anak di dunia ini pernah dimarahi ibu dengan kalimat seperti itu ya. Apa kamu termasuk? Hihi. 

Orang tua terutama ibu seringkali jengkel dengan kelakuan anaknya yang dianggap kerjaannya males-malesan. Pasalnya, kita (anak-anak) lebih sering terlihat oleh ibu saat sedang rebahan sambil main handphone dibandingkan saat melakukan kegiatan lain. Tiap papasan kerjaannya rebahan, papasan lagi posisinya aja yang berubah tapi kerjaannya tetap sama. Rebahan. Nggak ada kerjaan lain yang nampak bisa dikerjakan, terlebih lagi kerjaan itu seperti membantu membereskan rumah.

Menyinggung soal membantu membereskan rumah, pernah nggak sih kamu berpikir kenapa ya kita (sebagai anak) jika disuruh bantu beberes ngeyel banget. Justru kita lebih akan sigap dan rajin saat rumah dalam keadaan kosong. Orang rumah pergi dan hanya tersisa kita sendiri justru membuat kita lebih berinisiatif daripada saat mereka menyuruh. 

  • Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kalau kamu anak kos, mungkin akan lebih paham dengan hal satu ini. Saat sendirian, kita lebih sering berpikir bahwa nggak ada lagi yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Nggak mungkin ada orang lain yang bisa kita minta tenaganya bahkan untuk membereskan tempat milik sendiri. Inisiatif pun muncul, dari hal yang terkecil seperti sekedar menyapu lantai yang kotor sampai tiba-tiba rumah udah kinclong aja.

Berbeda halnya saat berada di rumah milik sendiri. Terlihat kalau orang rumah yang biasa mengerjakan. Jadi kita lebih merasa santai saja lah, nanti juga ada yang membereskan, itu kan ungkapan yang biasa keluar dari dalam hati masing-masing dari kamu.

  • Paling sebel disuruh-suruh

Emang dasarnya sifat manusia itu paling nggak suka diperintah. Kalau disuruh beli bumbu dapur ke warung aja kadang ngedumelnya bisa sampai sore, jalannya dihentak-hentakin biar kelihatan keselnya. Sama halnya saat kamu (anak) disuruh bantu beres-beres rumah oleh ibu, disuruh beberes nya pagi baru dilakuin kalau gayung kamar mandi udah di lempar ke depan muka. Masih mending kalau beneran gerak, terkadang kamu malah jadi lebih galak dibanding ibu kamu.

  • Nggak ada yang mendadak jadi komentator

Yang paling males kalau lagi beberes adalah dikomentari ini itu sama ibu. Dibilang nyapunya nggak bersih, debunya masih sisa, ngelipet bajunya nggak rapi dan segala keluhan yang bikin kita jadi males ngerjainnya. Nah ini juga alasan kenapa kita (para anak) kebanyakan lebih rajin beberes pas orang tua lagi nggak di rumah. Segala pekerjaan akan lebih cepat selesai tanpa ada komentator dadakan. 

  • Nggak tau mau ngapain

Setuju nggak nih kalau kita akan beberes rumah disaat nggak ada lagi aktivitas yang bisa dikerjain. Nonton YouTube udah bosen, instastory teman juga udah habis di cek satu-satu, baca wattpad lagi nggak mood, liat-liat barang di e-commerce sayang uangnya nggak mendukung. Yaudah deh daripada bengong takutnya kesurupan mending beberes aja lah. Hitung-hitung olahraga

  • Gengsi sama Teman
Lebih Produktif Saat Sendirian, Kenapa Ya?
Lihat! Rumah ku bersih kan

Ketika ada teman yang mau main ke rumah, nggak mungkin dong kita nampilin keadaan rumah yang kalau kata ibu berantakan macem kapal pecah. Walau sebenernya beberapa dari mereka nggak peduli sama keadaan rumah kita. Tapi ingat, image tetap nomor satu. Makanya dengan begini kamu mau nggak mau harus mencurahkan tenaga untuk beberes rumah. Yaa seenggaknya barang nggak bergeletakan sembarangan lah ya.

  • Bisa santay sambil cosplay

Kalau yang satu ini pasti diantara kamu pernah ada yang lakuin deh. Seperti jadiin gagang vacuum cleaner seolah-olah gitar elektrik sambil cosplay jadi gitaris keren atau gaya-gayaan muterin gagang sapu biar kaya mayoret di marching band gitu, ngaku aja hihi. Emang ngelakuin sesuatu tuh harus dengan perasaan riang gembira. Salah satunya dalam beberes, gimana kita mau semangat kalau hati tegang berasa dikejar-kejar deadline.

1 Comment

  1. Perbedaan Buku Harian dan Jurnal | Paola Blog

    […] jurnal dipercaya mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan diri. Kamu bisa coba menuliskan skala prioritas dalam hidupmu dan mengurutkannya […]

Leave A Comment

%d blogger menyukai ini: