Alat-alat mengerikan ini di ciptakan untuk mengeksekusi penjahat di zaman dulu!

Hi Paolars..
Hal terpenting dalam diri yang harus di miliki oleh setiap manusia adalah perilaku yang baik. Jika seseorang tidak mempunyainya, tentu saja orang tersebut susah untuk mengontrol dirinya. Maka dari itu, sebagai manusia kita semua wajib menjadi orang yang baik. Jika tidak, konsekuensi akan kalian dapatkan. Menghadapi konsekuensi bukan hal yang mudah bukan?
Seperti halnya para manusia yang pernah melakukan kejahatan, perilaku jahatnya pasti akan terlihat dan tentunya mereka akan mendapatkan hukuman sebagai konsekuensinya. Perilaku jahat yang di maksud bisa berupa perampokan, pengkhianatan, pembunuhan, pelecehan, dan lainnya. Bentuk hukumannya pun berbeda-beda..


Di era modern seperti ini para penjahat yang di vonis eksekusi mati oleh hukum negara tidak akan mengalami siksaan fisik yang bisa di bilang tidak terlalu parah. Rata-rata bentuk eksekusi mati nya bisa berupa suntikan, tembakan atau gantung. Berbeda dengan zaman dahulu, banyak sekali para penjahat yang di hukum dengan cara sadis! Mereka harus menerima siksaan demi siksaan hingga akhirnya mereka mengalami kematian.


Nah Paolars, apa aja sih alat-alat eksekusi mati yang di pakai oleh orang-orang zaman dulu untuk menyiksa para penjahat? Kali ini minpao akan bahas nih.. Yuk di simak!

The Brazen Bull

Fr-fr.facebook.com


Hukuman mati yang satu ini disebut Brazen Bull atau Banteng Perunggu karena alat eksekusi ini berbentuk banteng yang terbuat dari perunggu. Para tahanan mati akan di masukkan ke dalam badan banteng tersebut, lalu dibawah badan banteng buatan tersebut di nyalakan api sehingga si tahanan akan merasakan panas dari perunggu yang di panaskan, hingga perlahan-lahan akan mati terpanggang.


Uniknya, sang pembuat alat eksekusi ini, Perilaus mati di dalam alat eksekusi yang ia ciptakan ini. Ia di perintahkan oleh seorang Tiran bernama Phalaris untuk mendemonstrasikan kerjanya alat eksekusi kni. Sadis!

Impalement

wikipedia.org


Hukuman ini di sebut-sebut sebagai hukuman tersadis. Impalement atau penusukan merupakan sebuah cara eksekusi mati dengan menggunakan kayu yang panjang lalu di ujung kayu tersebut di ciptakan dudukan berbentuk segitiga, dimana para tahanan mati akan di dudukkan di atas alat tersebut. Perlahan-lahan alat tersebut akan menembus anus sang tahanan hingga pada akhirnya akan menembus mulutnya, tak lama kemudian sang tahanan akan mati. Meskipun terdengar sederhana. Hukuman mati yang satu ini sangat sadis karena dapat menyiksa para tahanan secara perlahan dan akan merasa kesakitan hingga akhirnya mati

Scaphism

grhez.com


Scaphism sebenarnya adalah metode untuk mengeksekusi mati para tahanan yang memiliki kesalahan fatal, seperti menantang raja misalnya. Sang tahanan akan di telanjangi dan di ikat di dalam sebuah perahu kayu, lalu ia akan di beri makan madu dan susu dengan jumlah yang banyak. Selain itu madu dan susu juga di pakai untuk di lumurkan ke bagian-bagian tubuh sang tahanan. Hal ini akan membuat tahanan terpaksa membuang air di dalam perahu tersebut, dengan begini para serangga akan terpancing dengan bau-bau tidak sedap ini. Para serangga akan menyerbu tubuh sang tahanan karena sebelumnya sudah di lumuri oleh madu dan susu tersebut. Sang tahanan pun akan perlahan-lahan kesakitan hingga akhirnya mati.

Pear of Anguish

allthatsinteresting.com


Pear of Anguish atau Buah Kesengsaraan merupakan alat eksekusi yang berbentuk seperti buah pir. Alat ini terbuat dari logam atau besi yang tentunya sangat keras dan kuat. The pear of anguish ini di ciptakan untuk menghukum para tahanan wanita, homoseksual ataupun pembohong. Cara kerja alat ini yaitu di masukkan ke dalam lubang dari tubuh para tahanan tersebut. Para tahanan wanita akan di masukkan alat ini melalui lubang vaginanya, tahanan homoseksual akan di masukkan lewat lubang anus dan tahanan pembohong akan di masukkan lewat mulut yang mana alat tersebut akan di buka untuk melukai tubuh para tahanan tersebut. Para tahanan akan merasa tersiksa sebelum akhirnya mati.

The Saw

pinterest.com


Seperti namanya, The Saw merupakan proses eksekusi mati dengan menggunakan gergaji sebagai alatnya. Para tahanan mati akan di gantung terbalik dengan cara di ikat di kedua kakinya secara telanjang. Para eksekutor akan menggergaji tahanan tersebut di mulai dari bagian kemaluannya hingga perut. Hal ini bertujuan agar sang tahanan dapat merasakan sakit yang luar biasa sebelum kematiannya.

Leave A Comment

Related Post

Read More
Read More
Read More
Read More
%d blogger menyukai ini: