Selain COVID-19, berikut beberapa Wabah mengerikan yang pernah terjadi di Dunia!

Halo Paoalrs..

Terkait wabah COVID-19 ini kita tahu bahwa banyak sekali dampak yang dirasakan oleh semua warga dunia. Kita semua merasa resah, terlebih wabah ini sudah menyebar luas dan berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya. Tetapi apakah kalian tahu bahwa ada beberapa wabah mengerikan lain yang pernah terjadi di dunia? Berikut beberapa wabah mengerikan sekaligus mematikan yang pernah ada di Dunia dan memberikan kisah kelam dalam sejarah..

  • Wabah Justinian dan Black Death
Sumber : inet.detik.com

Wabah yang terjadi di abad 541-542 M yang kemudian disebut dengan wabah Justinian/Yustinius. Yustinius sendiri berasal dari nama seorang Kaisar Romawi, Yustinius I. Wabah ini pertama kali muncul di Kota Konstantinopel, Ibu kota kekaisaran Romawi Timur yang dibawa oleh seorang utusan yang menumpang pada sebuah kapal untuk melintasi laut dari Mesir ke Laut Mediteranian.

Wabah Justinian ini kemudian menyebar melintasi Eropa, Asia, Afrika Utara dan Arab, hingga dikabarkan menyebabkan kematian sebanyak 30-50 Juta jiwa. Salah satu gejala dari wabah ini adalah nekrosis tangan.

Kemudian sekitar abad ke-14 Wabah ini terjadi lagi, namun terjadi di Eropa dan dikenal sebagai wabah Black Death. Kedua wabah tersebut ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang berasal dari kutu yang ada pada tikus.  Awalnya kutu-kutu tersebut hinggap di tubuh tikus-tikus di tempat migrasinya dan kemudian menyebabkan tikus tersebut terkena penyakit dan menyebabkan kematian massal kepada para tikus. Dari kejadian ini, para kutu-kutu tersebut kebingungan mencari tempat untuk hinggap, sehingga kutu-kutu tersebut memilih manusia sebagai tempat untuk bersarang. Dari sinilah wabah-wabah tersebut muncul. Sekitar 60 persen penduduk Eropa meninggal pada saat wabah ini terjadi. Di Indonesia, Wabah Black Death ini dijuluki dengan penyakit Pes. Penyakit ini dapat mengakibatkan Peembengkakan kelenjar getah bening, Infeksi paru-paru dan juga Infeksi pada darah.

Cara satu-satunya yang dikabarkan untuk menyudahi kedua wabah tersebut adalah dengan cara Isolasi dan menjauhi orang-orang yang terkena wabah. Di Inggris, para Dewan Kota menerapkan beberapa Langkah dimulai dari merazia makanan yang tidak sehat hingga mengunci para warganya di rumah masing-masing.

  • Wabah Flu Spanyol

                               

Sumber : inet.detik.com

Wabah ini terjadi pada sekitartahun 1918 yang sebenarnya dikenal juga sebagai Influenza kategori 5. Nama Flu Spanyol ini berasal dari negara Spanyol yang pertama kali mendeteksi penyakit ini. Wabah yang pertama kali menyebar di Amerika Serikat ini berasal dari virus yang tersebar lewat udara yang tentunya menyebabkan tingkat  penularan yang sangat tinggi hingga akhirnya muncul penyebaran di Afrika Barat, Prancis dan hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Sebanyak 20-100 Juta korban yang meninggal kala itu. Tidak hanya menyerang kalangan Usia Tua, banyak dari kalangan Usia Muda pun menjadi korban.

Gejala yang timbul pada wabah Spanyol ini hampir sama dengan flu biasa, antara lain, Sakit kepala, kelelahan, batkuk, kehilangan nafsu makan, terasa sakit pada bagian perut hingga pneumonia. Masa perang yang tanpa diadakan isolasi dan karantina menyebabkan penyebaran yang meluas.

  • HIV/AIDS
Sumber : brilio.net

Pandemi ini mungkin menjadi pandemi yang paling dikenal, teridentifikasi sejak tahun 1980  dan masih berlangsung hingga saat ini. HIV (Human Immunodeficiency Virus)  merupakan Virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immnodefiency Syndrome). AIDS sendiri merupakan tahap akhir dimana para penderita virus HIV mengidap berbagai penyakit dan juga infeksi diakibatkan system imun yang telah rusak. Awalnya virus HIV hanya terdapat dan menginfeksi pada Simpanse di Afrika. Masih belum di ketahui mengapa virus ini bisa terjangkit ditubuh manusia. Tetapi terdapat spekulasi seorang peneliti bahwa awal terjangkitnya  virus HIV ini dimulai dari manusia yang memakan daging Simpanse yang terinfeksi HIV.

HIV dapat menular melalui Hubungan Seks, Berbagi jarum suntik dengan orang lain, Transfusi darah, juga Pemberian ASI. Virus ini menyerang sel darah putih yang terdapat dalam tubuh, kemudian menimbulkan gejala dalam beberapa tahap. Tahap pertama, penderita akan mengalamai gejala seperti Flu, Ruam merah, Mual dan muntah dan juga nyeri otot dan sendi. Tahap kedua, virus HIV akan mulai merusak system kekebalan tubuh, mengakibatkan penurunan berat badan, dan dapat menginfeksi orang lain.  Tahap terakhir ini disebut dengan tahap AIDS, dimana penderita akan mengalami kerusakan parah pada system kekebalan tubuh mereka, tanda-tanda yang dialam seperti demam terus menerus selama 10 hari, Diare jangka Panjang, Infeksi jamur pada beberapa bagian tubuh, terdapat bitnik ungu yang tidak dapatb hilang.

Hingga saat ini pengidap virus HIV tidak ditemukan obatnya dan tidak dapat disembuhkan, meskipun begitu, para penderita virus yang telah dideteksi lebih awal, dapat mencegah dan memperlambat tahap perkembangan virus terhadap AIDS.

  • Wabah Ebola
Sumber : globaljournalist.org

Penyakit Ebola merupakan penyakit yang pertamakali muncul pada tahun 1976 dan mengalami wabah pada tahun 2014-2016. Tiga negara yang mengalami wabah Ebola terparah yakni : Guinea, Sierre Leone, dan Liberia. Ebola berasal dari virus bernama Ebola yang awalnya terdapat pada hewan primata bseperti monyet ataupun simpanse. Virus ini dapat tertular melalui cairan tubuh pengidap, tinja, air liur maupun air mani terhadap hidung, mulut, atau luka terbuka pada orang yang sehat.  Ebola dapat menyebabkan penderita mengalami Pendarahan parah, Penurunan berat badan, kegagalan organ hingga kematian. Dilansir dari laman Wikipedia, penderita virus Ebola pada tahun 2015 mencapai 26.661 Orang dan Mengakibatkan 11.022 Korban meninggal. Foto diatas merupakan gambar Para perawat Kesehatan Liberia yang mengangkat mayat seorang penderita Ebola di sebuah garasi kendaraan di Liberia.

  • Wabah Kolera
Sumber : news.108jakarta.com

Kolera merupakan penyakit akibat infeksi Bakteri Vibrio cholerae yang menyebabkan penderita mengalami diare yang parah hingga mengalami dehidrasi. Kolera menular melalui makanan dan juga minuman yang terkontaminasi oleh bakteri kolera. Dan dilansir dari historia.com, Penyakit Kolera ini lebih cepat menybarluas disbanding malaria, tipus ataupun disentri. Inilah yang membuat para warga sekitar yang terjangkit wabah mengalami kepanikan luar biasa. Wabah ini mulai terjadi pada tahun 1817  dan pertama kali muncul di India, kemudian menyebar hingga ke Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Timur Tengah, Eropa Barat, Afrika bagian Timur dan Amerika Utara.

Sebanyak ratusan ribu orang telah meninggal akibat adanya wabah ini. Para tantara Inggris juga dikabarkan banyak yang menjadi korban. Di Asia sendiri sebanyak lebih dari 100.000 orang mortalitas, bahkan di kota Semarang, Indonesia diperkirakan sebanyak 1.225 Orang meninggal hanya dalam waktu 11 hari, wow mengerikan ya!

Paolars, ternyata ada banyak wabah mengerikan selain Coronavirus ya, dan ternyata kebanyakan dari wabah diatas terjadi bertahun-tahun, loh.. Setelah mengetahuinya, tentunya kita perlu berusaha ekstra untuk mencegah dan mengakhiri wabah yang sedang terjadi sekarang ya, Paolars.. Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat untuk kalian!

Be safe and Be healthy, Paolars! 😊

Sumber :

https://www.sehatq.com/artikel/hiv-aids-mengenal-virus-hiv

https://inet.detik.com/science/d-4992693/belajar-dari-black-death-wabah-maut-sebelum-covid-19/2

https://historia.id/sains/articles/kala-black-death-hampir-memusnahkan-eropa-P4neV

https://id.wikipedia.org/wiki/Wabah_Yustinianus

Leave A Comment

Related Post

Read More
Read More
Read More
Read More
%d blogger menyukai ini: