Face Shield, dibutuhkan atau overprotective?

Hi Paolars! Bulan Juni ini akhirnya Indonesia sudah memasuki masa New Normal nih, setelah sekitar 3 bulan para masyarakat Indonesia hanya bisa beraktivitas di dalam rumah karena adanya pandemik COVID-19.

New Normal berarti masa dimana kita harus mampu berdamai dan hidup berdampingan dengan Virus. Menurut Presiden Joko Widodo, istilah berdamai dan hidup berdampingan dengan Virus bukan berarti masyarakat Indonesia diminta untuk menyerah menghadapi COVID-19 ini, tapi justru untuk hidup menyesuaikan diri dengan adanya Virus tersebut. New Normal diberlakukan karena Indonesia harus tetap produktif demi keberlangsungan hidup.

Dengan berjalannya masa New Normal, tentu kita wajib didampingi oleh protokol Kesehatan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Protokol Kesehatan tersebut diantaranya :

  1. Cuci tangan
  2. Hindari menyentuh wajah
  3. Menerapkan etika batuk dan bersin
  4. Gunakan masker
  5. Jaga jarak sosial
  6. Isolasi mandiri
  7. Jaga Kesehatan

Disamping kewajiban diatas, dengan adanya Pandemik COVID-19 beberapa orang menjadikan Face Shield sebagai pelindung diri dari Virus.

Apa itu Face Shield? Face Shield merupakan alat proteksi Kesehatan yang berfungsi untuk melindungi wajah dari paparan kuman atau Virus. Face Shield dianggap dapat sekaligus memproteksi mulut, mata, hidung dan wajah.

 Sumber : medicalxpress.com

Tetapi, apakah benar bahwa penggunaan Face Shield ini efektif?

Menurut Ahli Epidemioogi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Pandu Riono, MPH, PhD yang dihimpun oleh Kompas, ia mengatakan bahwa Face Shield disarankan untuk digunakan oleh Tenaga Kesehatan dan petugas yang melayani publik karena mereka memiliki resiko lebih besar terpapar oleh virus jika dibandingkan dengan masyarakat biasa.

Sebuah penelitian dalam Jurnal J Occup Environ Hyg tahun 2014 yang berujudul “Efficacy of Face Shields Against Cough Areosol Droplets from a Cough Simulator” membahas tentang keefektifitasan Face Shield. Penelitian tersebut memberikan hasil bahwa Face Shield madimpu mengurangi paparan virus secara langsung sebesar 96% Ketika dalam jarak 45cm dari sumber batuk. Namun studi ini menunjukkan hasil yang berbeda Ketika virus dilepaskan dalam udara yang beraerosol (seperti di lingkungan rumah sakit), presentase keefektifan pemblokiran virus hanya mencapai 68%.

Meskipun begitu, Face Shield berarti masih bisa digunakan sebagai alat proteksi kesehatan.

Penggunaan Face Shield tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, seperti :

  1. Lebih praktis untuk dipakai
  2. Ramah untuk pengidap bisu tuli
  3. Memungkinkan kita untuk berkomunikasi lebih jelas dibandingkan dengan menggunakan masker
  4. Tidak perlu membawa beberapa cadangan Face Shield Ketika disinfeksi.

Namun kekurangan Face Shield ini adalah lemah dalam sisi keamanan, karena bisa saja kuman atau virus masuk melalui celah bagian samping dan bawah.

Tenaga Kesehatan dan para petugas yang melayani publik tentu saja sangat membutuhkan Face Shield sebagai proteksi ekstra untuk menekan risiko penyebaran wabah COVID-19 tersebut.

Namun, untuk beberapa orang yang aktivitas luar rumahnya masih bisa menjaga jarak minimal 2 meter, menggunakan masker sudah cukup untuk memproteksi diri. Meskipun demikian, masyarakat biasa dipersilakan untuk menggunakan Face Shield saat berkegiatan diluar rumah.

Beberapa orang pasti akan berspekulasi bahwa menggunakan Face Shield itu Overprotective, tetapi beberapa orang lainnya beranggapan bahwa Face Shield dapat lebih efektif memproteksi diri dari virus. Itu tergantung dari pandangan dan kebutuhan masing-masing Individu.

Jadi, menurut kalian Face Shield itu dibutuhkan atau malah overprotective, nih Paolars?

Sumber :

https://health.kompas.com/read/2020/05/31/080800068/kelebihan-dan-kekurangan-masker-serta-face-shield-untuk-cegah-corona?page=all
https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/27/163200923/indonesia-menuju-new-normal-corona-ini-protokol-kesehatan-covid-19-yang?page=all
https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/ekonomi/mengenal-konsep-new-normal
https://cantik.tempo.co/read/1349852/face-shield-sedang-digemari-seberapa-efektif-lindungi-diri-dari-virus-corona

Leave A Comment

Related Post

Read More
Read More
Read More
Read More
%d blogger menyukai ini: